Follow Us @soratemplates

08 July 2012

The Power of Love

July 08, 2012

sebelumnya, gue mau minta maaf kalau mungkin posting ini 'mengganggu', tapi beneran, nggak pernah terbesit sedikitpun untuk menyakiti pihak manapun. im just.... be grateful :)

gue baru saja merasakan bahwa orang tua itu adalah harta paling berharga yang setiap orang bisa miliki. dan beruntunglah kita-kita yang masih diberi kesempatan untuk mengenal dan menjaga mereka. 
gue selalu pengen kuliah di UNAIR. tapi gue selalu tidak mengantongi restu. papak selalu bilang dia nggak suka gue keluar kota. 

kalo uti gue bilang, kasian papak gue, masa anak satu-satunya yg keliatan harus pergi keluar kota? mesakke bapakmu golek duit ning sing dibela-belani ora ono sing ketok. (adek gue di pondok pesantren soalnya, maka gue anak yang 'ketok')

lalu uti membahas tentang pengorbanan. lalu ada rasa marah yg mencuat dalam diri gue. yah, gue benci kata 'pengorbanan'. bukan karena gue dilarang ke UNAIR gara-gara gue harus 'berkorban'. tapi adanya unsur tidak ikhlas dalam kata itu. 

selama ini, gue melakukan sesuatu yang tidak gue suka tapi tetap gue lakukan itu demi cinta. lalu, tidak ada kata pengorbanan dalam kamus gue. gue tidak pernah merasa sebagai korban dalam hal apapun, apalagi demi orang-orang yang gue sayang. dan memang, dari kecil, orang tua gue tidak pernah meminta gue untuk mengalah, berkorban. demi apapun, even, adek gue. orang tua gue mengajarkan untuk menyayangi, bukan berkorban. 

buat gue, selama kata 'korban' itu hilang, rasa ikhlas akan muncul. lalu tidak ada lagi keterpaksaan. bukannya bahagia itu tercipta dari tidak adanya paksaan?

mungkin, secara lokasi dan emosi gue tidak dekat dengan orang tua gue. mungkin, banyak sekali suara-suara pikiran gue yang bertentangan dengan mereka. mungkin, banyak sekali peperangan melawan mereka yang harus gue lalui. mungkin, banyak sakit hati dan kecewa antara kita...

tapi, apapun yang terjadi, mereka tidak pernah meninggalkan gue. tirakat mereka besar, dan mereka persembahkan untuk gue. tiap air mata dan kata-kata semua untuk perhatian dan keberadaan. 


jadi, gue membanting cita-cita gue. gue memilih universitas yang mereka inginkan. UGM. awalnya, jungkir balik untuk sesuatu yang tidak diimpikan itu kurang menyenangkan. tapi, seiring gue mengubur UNAIR yg gue impikan, hidup yang berjalan juga menumbuhkan perasaan kasih yang setiap hari bertambah besar untuk orang tua gue. lalu gue tidak ingin membuat mereka sedih, gue tidak ingin berpisah dan gue ingin didekat mereka untuk menjaga mereka.

lama kelamaan, UGM menjadi cita-cita gue, bukan karena pengorbanan. tapi karena cinta yang besar yang tidak ingin gue tinggalkan ke Surabaya. 

lalu gue berusaha dan berdoa sekuat tenaga. jatuh bangun, air mata..... semua ada. tapi dengan dorongan nyata maupun doa dari kedua orangtua gue, semua terasa lebih ringan. ya. gue merasakan betul efek doa dan dorongan itu. gue mungkin sendiri secara fisik, tapi gue selalu merasa tertemani dan ....... penuh ridho.  

lalu, tanggal 6 Juli 2012 jam 19.00, gue mendapat pengumuman ini


rasa syukur, bahagia, puas....... semua bertubi-tubi datang. tidak ada kata yang bisa menggambarkan. apalagi ketika orangtua gue berkata mereka 'bangga'. jujur, gue tidak perlu hadiah apa-apa lagi. memberikan mereka banggga, adalah hadiah yang amat sangat tidak ternilai. 

mungkin, ini rasanya ada dalam ridho orang tua, setiap langkah dimudahkan, setiap tersesat ditunjukan arah, dan perasaan terasa ringan.

buat papak dan imuk, terima kasih untuk cinta yang tidak ada batasnya. terima kasih untuk cinta yang selalu bisa menembus goa terdalam emosiku dan menunjukkan cahaya terang. terima kasih untuk tidak pernah memperkenalkan aku pada 'pengorbanan'. :)




Photobucket

05 July 2012

After Six Years

July 05, 2012

halo finkar ku yang telah lama tak ku sentuh hingga karatan, you missed a lot of storiessss :3

well layaknya teman-teman sebaya gue, gue sudah kelar masa SMA-SMA-an ini. sudah selesai UNAS, lulus, wisuda, SNMPTN, promnite, dan berliburan ria ke jakarta kota.... hmm kini, tinggal jam-jam menegangkan menuju hasil SNMPTN diumumin. 

oke, sesungguhnya gue ingin menceritakan semua event itu karena semua menyenangkan, semua mengesankan, dan cuma terjadi sekali dalam hidup gue. tapi apadaya, alasan klise tapi masuk akal yg menjadi dasar gue tidak akan melakukannya adalah.... gue malas. gue pengen photostory, tapi apadaya, foto di hape gue belom gue transfer ke leppi garagara kabel datanya raib. 

kenapa gue menganggurkan blog ini segini lama? yah gimana lagi, modem ini tidak didukung dengan pulsa sudah sejak lama sekali :"

yah dan sekarang i feel like blogging dan kali ini modem berisi.

***

kemaren selasa, 3 April 2012, gue dan teman-teman SD gue mengadakan reuni. reuni kecil-kecilan yang diadakan di rumah salah seorang teman. entah. sebenernya itu reuni yang sangat sederhana sekali. tapi gue merasa sangat senang. gue bertemu wajah-wajah yang setiap hari menemani hidup gue 6 tahun yang lalu. 

bisa dibilang udah 6 tahun kita nggak ketemu (yah yg nggak sengaja ketemu di jalan, yg se-SMP, yg se-SMA nggak diitung 6 tahun deh) dan kemaren pas ketemu tuh hal pertama yang jelas terjadi adalah pangling.  di dalam pikiran gue, bentukan mereka itu masih bentukan anak kelas 6 SD dengan gurat wajah polos dan ipel-ipel. sekarang, bentukannya berubah. dulu pendek jadi tinggi. dulu kurus jadi gendut. dulu gendut jadi kurus... wajah mereka berubah. gurat-guratnya melambangkan cerita kehidupan yang udah mereka lalui. 

bertemu mereka kembali rasanya kaya dikembalikan kepada 6 tahun yang lalu waktu kami masih sama-sama kecil dengan gurauan-gurauan yang dulu dan cerita lama yang diputar lagi. sebenernya gue juga heran, kita ketemu dan ketawa lepas, membaur satu sama lain cerita ini itu dan saling ngejek seolah nggak pernah ada selang waktu 6 tahun yang misahin kita.
layaknya reuni, pasti jadi ajang tanya kabar dan cerita-cerita. dari situ gue mendapat banyak sekali kejutan dari temen-temen gue. banyak temen gue yang udah pindah keluar kota, bahkan pulau. banyak yang udah kerja. bahkan udah ada yang menikah dan punya anak. hanya beberapa dari kita, termasuk gue yang hanya lulusan SMA biasa dan akan melanjutkan kuliah. 

disitu gue merasa tertampar.sebelum ini, gue tidak pernah melihat pola lain dalam kehidupan. setiap harinya, gue melihat 'jenis' yang sama dengan gue, anak SMA biasa. lalu gue bertemu mereka lagi. dengan latar belakang dan cerita hidup yang beraneka ragam. lalu gue menyadari bahwabanyak sekali yang terjadi selama 6 tahun ini. ternyata dalam 6 tahun ini roda kehidupan udah menempa kita menjadi manusia yang lebih dewasa setiap harinya. membentuk pemikiran dan prinsip disetiap kepala. bahwa, ya, kita bukan lagi anak kecil lulusan SD. bahwa kita adalah manusia yang siap untuk hidup di dunia yang keras ini. 
reuni itu berlangsung sangat menyenangkan. penuh tawa. tapi darisitu gue belajar banyak. rasanya lucu, ketemu lagi dengan orang-orang yang sama tapi udah 'beda'. dan hebatnya, kita masih 'bicara dalam satu bahasa', kita masih satu. 

dan yah, satu hal yang ingin gue tuliskan untuk menutup posting ini, 

gue sayang banget sama kalian, alumnus SDN REJODANI angkatan 2006. good luck for our lives! :")


nb: maaf nggak punya foto :"( 


Photobucket