Follow Us @soratemplates

31 January 2016

A Letter To My Personal Angel (#30harimenulissuratcinta)

January 31, 2016 0 Comments

Halo, Latifa!

Merupakan salah satu hal yang lucu harus memberikanmu surat cinta, mengingat diantara kita tidak pernah ada rahasia atau sesuatu yang tidak bisa dikata.  

Tapi aku tetap ingin kamu menerima setiap kata yang sudah aku tata. Sebagai hadiah atas segalanya yang pernah terjadi diantara kita.

Tifa, terkadang aku membayangkan jika kehidupan sebelumnya itu ada, pastilah aku  manusia yang baik budinya, karena ya, dalam kehidupan sekarang Tuhan memberikan aku dirimu sebagai pahala.

Jika bisa mengulang masa, menerimamu pun dulu aku tidak bisa, karena bagiku yang masih berumur dua, kamu hanyalah manusia yang akan merebut semua yang aku punya.

Tapi kenangan itu kini hanya membuatku tertawa, karena ternyata kamu telah menjadi adik yang sangat sempurna.

19 tahun kita bersama. Berjalan beriringan melewati hitam putih dunia. Berbagi rahasia dan juga suka duka. Saling menutup setiap cacat, demi tersenyum terhadap semesta.

Kita berbeda. Dan itulah bagian yang aku suka. Saat perbedaan biasanya menimbulkan prasangka. Atau tak sepaham yang biasanya menimbulkan perkara. Tapi itu tak pernah berlaku pada kita. 
Kita menghormati setiap isi kepala. Kita mengerti setiap alasan dibalik keputusan yang akhirnya kita bawa. Meski memang jarang yang sama, tapi semua terasa tanpa cela. 

Tifa, sejak aku kecil pun aku sudah mengerti betapa kamu menginspirasi hidupku lebih daripada yang kamu kira. Kamu adalah alasan jilbab pertamaku yang ku kenakan sejak kelas lima. Bakti yang tiada terkira terhadap orang tua. Keahlianmu dalam matematika. Lalu keputusan bombastismu dalam menuntut ilmu agama. Juga keberanianmu mencapai cita-cita hingga membawamu keliling Eropa. 

Dengan semua itu bagaimana bisa aku tidak bangga?

Dan lalu gadis kecilku jatuh cinta. Lalu aku melihat senyumnya yang lebih berwarna. Bahwa ada bahagia lain yang Tuhan berikan setelah melihat bagaimana ia berjungkir balik membahagiakan setiap manusia.

Sepanjang ingatanku aku tidak pernah menjadi kakak yang sempurna. Tapi tetap saja kamu tidak meninggalkan aku dan selalu ada. Menghapus tangis dan mencipta tawa. Membuat hidupku lebih bermakna.

Tuhan mungkin memberikan jalan terjal terhadap cita-cita. Atau kasih sayang yang selalu kita damba. Tapi aku yakin semua akan baik-baik saja, selama kita bersama.

Luthfinta dan Latifa, kelembutan yang sama harapan orang tua kita. Tapi entahlah, dari sisiku, aku tak menemukannya. Bersamamu aku baru merasakannya.

Tifa, ada namamu dalam setiap doa yang kupanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kuharapkan kamu bahagia. Selain itu aku mengharapkan kebersamaan kita sampai nanti di surga.  



30 January 2016

ACER LIQUID Z320: Solusi Senang Orang Tua dan Anak

January 30, 2016 2 Comments


Cerita Talitha dan Hiburan Favoritnya

Jujur aja, udah lama banget saya nggak ngikutin perkembangan dunia anak-anak, alasannya sesimple karena emang nggak ada anak kecil di rumah saya. Lalu hari ini nasib mempertemukan saya sama Talitha, anak dari karyawan orang tua teman saya yang nggak sengaja bertemu dengan saya ketika saya berkunjung ke tempat usaha teman saya.

Talitha serius bermain smartphone
Usia Talitha masih 5 tahun tapi dia berhasil menyadarkan saya bahwa zaman emang udah benar-benar berubah, bahkan dari hal yang paling kecil aja, kaya apa itu definisi permainan anak-anak.                                                                               
Waktu saya seusia Talitha, hari-hari saya diisi dengan main bareng tetangga-tetangga saya yang seumuran, entah itu main permainan tradisional seperti lompat tali atau boardgame seperti monopoli.

Tapi ternyata hal itu sekarang nggak berlaku sama Talitha dan teman-teman sebayanya yang tinggal tepat di depan rumahnya. Gadis kecil itu lebih memilih sibuk dengan smartphone milik ibunya ketimbang menghiraukan teman-temannya. Tapi ternyata hal itu nggak cuma berlaku sama Talitha, tetangga-tetangga kecilnya itupun sama aja dengan dia, lebih asik mainan tablet atau ponsel ditangan.

Ketika saya tanya sama Talitha tentang fitur apa aja yang dia gunakan dengan gadget ibunya, dia mengaku suka main game, nonton video lewat youtube, dengerin musik, foto-foto bahkan browsing di internet. Nggak diraguin lagi kan kalau untuk ukuran gadis berusia lima tahun Talitha udah fasih banget sama teknologi smartphone.

Lalu sewaktu saya coba tanya alasan kenapa Bunda Tina, ibunda Talitha, udah memperkenalkan teknologi sedini ini kepada putrinya, perempuan berusia 28 tahun itu pun menjawab bahwa keputusan yang melatarbelakangi pengenalan ponsel pada putrinya adalah agar Talitha nggak rewel. Gadget juga efektif mengalihkan perhatian Talitha dari rengekannya kalau kepengen beli sesuatu. Selain itu, penting menurut Bunda Tina memperkenalkan teknologi kepada putrinya sejak dini agar sang putri nggak ketinggalan zaman. Ya emang nggak bisa dipungkiri sih, di zaman yang serba maju sekarang ini hidup kita emang nggak bisa lepas dari teknologi dan gadget.

Bunda Tina dan Kekhawatirannya

Ternyata kepintarana Talitha dalam ber-smartphone menciptakan kekhawatiran tersendiri buat Bunda Tina karena Bunda Tina nggak bisa selalu mengontrol apa-apa aja yang sedang diakses dan digunakan Talitha.

Talitha dan tetangga-tetangganya ternyata cuma satu dari sekian banyak anak-anak kecil pengguna gadget. Menurut survey yang dilakukan oleh UNICEF pada tahun 2012 yang melibatkan sampel representatif dari 400 anak-anak dan remaja dari daerah perkotaan dan pedesaan di 11 provinsi di Indonesia, ada 52% anak-anak yang menggunakan telepon seluler dan smartphone. Berita buruknya, ternyata lebih dari separuh anak-anak dan remaja (52 %) mengatakan mereka pernah menemukan konten pornografi melalui iklan atau situs yang nggak mencurigakan, tapi cuma 14 % yang mengakui kalau mereka telah mengakses situs porno tersebut dengan sukarela.

Udah hampir empat tahun sejak penelitian itu selesai dilaksanakan dan saya secara pribadi yakin kalau angka itu kini pasti semakin tinggi (walaupun saya nggak pegang data terbaru), mengingat semakin canggihnya teknologi dan semakin banyak smartphone yang dijual dengan harga yang relatif terjangkau. 

Tapi kabar baiknya, sekarang Bunda Tina dan bunda-bunda lain yang punya permasalahan yang sama udah bisa bernapas lebih lega. Karena sekarang ACER pengertian banget sama permasalahan para bunda dan ayah yang ingin mengenalkan smartphone pada anaknya tapi nggak selalu bisa mengontrol dengan ngeluarin produk terbarunya yaitu ACER LIQUID Z320.

Apa sih yang istimewa dari ACER LIQUID Z320?


Jadi di ACER LIQUID Z320 ini ada fitur yang emang udah pre-install bernama Kids Center. Hebatnya adalah fitur ini bisa membatasi aplikasi, konten dan akses data, jadi walalupun anak bisa mengakses situs yang menarik tapi keamanan tetap terjaga. Selain itu, aktivitas internet anak bisa dipantau dan juga agar anak nggak ngedownload konten dewasa atau malah beli aplikiasi baru, keamanan penggunaan smarphonenya juga bisa diatur dengan sistem parental control-nya. Sistem safe environment-nya juga bakalan bikin para orang tua tenang karena anak-anak nggak akan bisa keluar dari Kids Center. Nggak perlu takut lagi kan kalau anak-anak bunda dan ayah akan menambah sama angka 14% yang tadi mengaku udah mengakses situs porno?

Mengenalkan gadget kepada anak itu nggak cuma tentang internet aja, akan semakin baik kalau ternyata gadget itu bisa mengedukasi dan mengasah kreativitas anak juga. Kerennya Kids Center punya ACER LIQUID Z320 ini, dia juga memfasilitasi hal tersebut lho. Ada berbagai macam konten yang bermanfaat buat anak, lalu ada juga aplikasi edukasi seperti mewarnai dan nggak ketinggalan juga ada aplikasi game, foto dan video yang pasti bakalan disukai banget sama anak-anak. Para bunda dan ayah juga nggak perlu khawatir kalau putra-putrinya bakalan bosen, karena Kids Center akan selalu menyediakan konten terbaru dengan fasilitas update content-nya.

Untuk semua kenyamanan ini, ACER LIQUID Z320 hanya membandrol harga sebesar Rp 999.000,- dan bisa banget didapatkan di toko-toko handphone terdekat juga e-commerce kesayangan para bunda dan ayah. Terjangkau dan mudah banget ya!

Nah, kalau udah gini orang tua dan anak sama-sama senang kan? 


images taken from: http://www.acerid.com/





Perusal (#30harimenulissuratcinta)

January 30, 2016 0 Comments


Bukannya aku tidak ingin membahas jasamu
Juga kasih maha suci yang tak pernah habis di hatimu
Atau tentang bakti yang wajib aku berikan padamu
Aku hanya ingin meluruskan dari sisiku
Sesuatu yang selalu mengganjal perasaanmu

Bukannya aku melupakan cara merapal rindu
Atau sengaja ingin menghancurkanmu
Dengan menyalahkan semua kepada waktu
Ketahuilah, yang berlalu memang tidak semudah itu
Hingga membuatku menjadi pribadi yang baru

Bukannya aku ingin melihatmu menangis tersedu
Dengan membuat perasaanmu meragu
Akan cinta dan kasih dalam hatiku
Aku hanya berusaha menyibak hantu masa lalu
Yang menyakitiku jauh dari pemahamanmu

Bukannya aku ingin membela diriku
Atau mengimingimu dengan janji palsu
Tapi percayalah padaku akan sesuatu
Bahwa aku berusaha membuka lembar baru
Karena aku mencintaimu
Selalu

Ibu




image taken from: http://lionelsneedministries.com/ 

23 January 2016

Community Services Story: The Whole Wrap Up

January 23, 2016 0 Comments


Hay, my dear blog dan siapa saja yang mampir baca!
This will be the last post to wrap up everything me and my team did in Sabang for 60 days dalam rangka KKN itu. 


Mungkin bakalan makan waktu lama buat nonton film ini, tapi mungkin bagi yang berniat untuk mengabdi untuk negeri atau mungkin sekedar jalan-jalan di pulau paling barat di negeri kita tercinta ini, film ini bisa dijadiin acuan. 

Well, happy watching.
Selamat malam minggu :)

21 January 2016

The Summary of 2015

January 21, 2016 0 Comments


Hi Blog!
Wow its already 21 days passed in 2016 and I just have the time to say hi to you. Sooo pathetic :(

Yes, I am that busy. The photo up there was my very first photo taken in 2016, yes, the new year eve. I spent my new year eve at the nearest Dunkin Donuts with my deadline, by that I mean all by myself. Pardon that ridiculous pose, I was too bored and out of nowhere came up with that kind of pose.

Forget it.

I just want to tell you that I was still living a busy live like the passed years. But unlike 2014, which I spent most of times with the spirit of surviving, alhamdulillah in 2015 I found it easier and.... enjoyable.

At first I intend to make this post just like what I did in my 2014's first post: the summary of the whole year. But I think its already late, like what I said before, this is already 21 days passed, the summary of last year seems like not interesting anymore, even though I write just for my self, my way of introspection.

But I think I still need to do that because it will be very meaning full when a year later I look in to this and see how my self has improved 

Well I think the best way is to make it point by point:


  • I was done with my very last event organizing things on March. The good news was that the event overflowed with victory, I know I have a happy ending with my whole career in my college life.

  • From past few months in 2015 until August 2016 I was devoted with my position as the secretary of my community service team and the other things about community service. Well I already posted few things about that and will be post something about it on my next post.

  • I finally paid attention to my academics life. And it brought me into a deep thought about my future and many decisions that I've made.
  •  
  • I went to some religious meeting and had made the decision to use hijab syar'i but too bad it just lasted for about 6 months and now I'm back with my skinny jeans :( well, someday, I will definitely make the hijab syar'i as my daily wearing for the rest of my life, but not today. I know I have lost and failed to the bad side mine. 

  • To maintain my health, I drink juice for my daily routines. I had made jogging as my daily sport but then I fell sick, I dont know why my body is so suck when it comes to exercising.

  • I've got my very first part time job at the place I always wanted!

  • I've got to finish my very first novel. But yeah, it really needs a lot of improvement here and there, and I'm not sure that it will published this year. However, I am so happy its done.

  • I got sick so often. 

  • I've got in to a mature-relationship with a-one-of-a-kind boy that I've dreamed for a long time and the stupidest part is that I ruined it. Well, by writing this, I'm saying to him that, yes, I am really sorry for everything happened to us, I take all the blame. But I'm happy, because I've got to learn many things about life, about whats best and whats not, about myself and about what kind of person I need for the rest of mylife. And yes, I thank him, a lot.

  • I was really into make my self closer to my family. And I'm still on it. 

Yeah I already sums up the past year and I feel blessed. 2015 made me think many things till my head hurts and made me unable to sleep. literally. I questioned my self about whats passed and whats next like every single day. But yeah, I enjoy every moment of the confusion, that's life. The process of searching for identity.

And 2016. I've set some goals for 2016 and I want to make my head straight to make it comes true. I hope that every single question in the past year will shed a light and found it selves the answer. 

I don't want to just fulfill, but I want to enjoy, I want to live my live, not just surviving. I want to always grateful. I want to be happy, and share the happiness to others. 

And I hope God won't ever leave me.

So, welcome 2016!